Analisis, Pelingkupan, dan Proses Perancanganan Ulang Bisnis pada PT. Venom Sound Indonesia

PT. Venom Sound Indonesia adalah perusahaan penyewaan sound system di Jakarta yang bergerak di bidang sound system untuk kebutuhan penyelenggaraan event seperti : music concert, launching products, company gathering, live broadcast television, fashion show, tour / road show, wedding atau birthday party, exhibition, mobile disco. PT. Venom Sound Indonesia secara totalitas selalu berusaha mewujudkan dan memberikan layanan prima dan terbaik dengan peralatan sangat memadai dan berkualitas, didukung sumber daya manusia yang berpengalaman dan expert, sebagai kontribusi optimal untuk memenuhi kebutuhan, kepercayaan, serta kepuasan pelanggan.

Hingga saat ini PT. Venom Sound Indonesia sudah memiliki banyak client, namun keberadaannya hanya diketahui dari mulut ke mulut saja atau mendengar nya dari orang lain. Untuk itu dibutuhkan suatu strategi yang mampu menjangkau pelanggan diseluruh Indonesia dan penjelasan detail tentang produk sound system, serta harga yang harus dibayar atas sound system yang disewa tersebut.

Dalam usahanya untuk berkembang, PT. Venom Sound Indonesia ini mencoba untuk memanfaatkan internet yaitu dengan cara membuat suatu aplikasi penyewaan sound system berbasis web, yang dapat digunakan sebagai sarana promosi dan sarana agar pelanggan dapat melakukan penyewaan secara online sehingga dapat meningkatkan efisiensi, memuaskan dan membantu pelanggan dalam menyewa Sound System tanpa terbatas jarak dan waktu.

Analisis

Atas dasar latar belakang inilah dilakukan desain ulang proses bisnis (Business Process   Redesign)   dengan   langkah-langkah  seperti   analisis,   perancangan   proses berjalan, perancangan proses baru, diagram rancangan aplikasi, perancangan basis data dan pembuatan website untuk PT. Venom Sound Indonesia.

Analisis dilakukan untuk dapat mengetahui kekurangan dan apa apa sajakah yang diperlukan untuk membangun suatu perancangan proses bisnis yang baru. Menganalisis proses bisnis yang kini dimiliki sangat penting agar kita bisa mendapatkan tolak ukur dari perancangan baru yang akan dibuat. Yang nantinya akan kita komperisasikan keberhasilannya dengan perancangan yang baru.

 

Pelingkupan

 

Ruang lingkup pembahasan dalam perancangan ulang dibatasi pada :

1.    Analisis dan perancangan ulang (redesign) proses penyewaan sound system PT. Venom Sound Indonesia, Tidak membahas mengenai proses pembayaran.

2.   Dalam  analisis  dan  perancangan  ulang  menggunakan  metode  Business Process Redesign yang hasil akhirnya adalah aplikasi berorientasi objek.

3.   Fase yang dicakup dalam Business Process Redesign adalah :

 a.   Fase 1 : Pemicu dilaksanakannya perancangan ulang

 b.   Fase 2 : Mobilisasi proyek Business Process Redesign

 c.   Fase 3 : Perancangan Ulang Proses

 4.   Dalam analisis dan perancangan aplikasi, menggunakan metode berorientasi objek (Object Oriented Analysis & Design).

5.   Aplikasi ini juga mengenalkan latar belakang PT. Venom Sound Indonesia.

           

Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini terdapat dua, yaitu :

1. Analisis dan Perancangan Ulang Proses Bisnis menggunakan Business Process

Redesign, fasenya yaitu :

 

Fase 1 : Pemicu dilaksanakannya perancangan ulang (redesign)

 Proyek business process redesign dimulai dari beberapa pemicu yang mungkin timbul, seperti permasalahan kinerja perusahaan atau strategi perusahaan menuju bentuk e-Business , atau ingin lebih membuat proses bisnis menjadi lebih mudah sehingga membuat kemudahan bagi customer dan sekaligus memberikan ketersedian informasi yang lengkap bagi para calon costumernya. Ide perancangan ulang juga bisa datang dari eksekutif puncak yang mempunyai visi baru dalam mengarahkan perusahaan untuk menciptakan atau menambahkan nilai (value) perusahaan.

Fase 2 : Mobilisasi proyek Business Process Redesign

 Pergerakan proyek Business Process Redesign dilakukuan dengan memilih seorang pemimpin proyek dan membentuk tim utama untuk melakukan perancangan ulang (redesign) tersebut. Proses yang perlu dirancang ulang ditentukan terlebih dahulu.

 

Fase 3 : Percancangan ulang proses

Dalam tahap ini perancangan ulang (redesign) proses bisnis dilakukan dan dibandingkan hasilnya dengan proses lama untuk melihat bagaimana hasil perancangan ulang proses baru tersebut dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

 

 

 Gambar

ERD Bagian Gudang

1401135913 Muhammad Kautsar

Contoh ERD Bagian Gudang

Gambar

1. Bagian inventory mengecek keadaan availability barang
2. Jika ada barang yang habis, bagian gudang akan mengorder barang ke supplier yang telah dipilih.
3. Permintaan order akan dicek sesuai ketersediaan barang pada supplier.
4. Jika semua pesanan telah selesai disorder, maka supplier akan membuat tagihan yang akan ditunjukan kepada perusahaan pengorder.
5. Setelah uang diterima oleh supplier, barang akan siap dikirim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Watsons 5 Forces & 3 Generic Strategies Analyse

06 PBY

Muhammad Kautsar 1401135913

Kenichi Kusa 1401127911

WatsonsGambar

Watson Pharmaceuticals Inc, didirikan pada tahun 1983, Watsons bergerak  pada usaha retail yang terkonsentrasi pada bidang yang menyajikan obat-obatan grosir dan ecer, peralatan rumah sakit, kebutuhan klinik, kecantikan, dan ditambah food&beverages sebagai pelengkap. Salah satu kelebihan dari Watsons adalah terdapatnya seorang pharmacist yang sedia berjaga di setiap store untuk melayani kebutuhan dari para customernya. Sehingga pelayanan menjadi lebih maksimal terasa. Customer dengan bebas bertanya atau konsultasi apapun seputar kebutuhannya kepada pharmacist. Saat ini  gerai Watsons  di Asia mencapai dengan lebih dari 2.600 toko yang beroperasi di 11 negara pangsa pasar Asia termasuk China (Mainland, Hong Kong, Taiwan, Macau), Singapore, Thailand, Malaysia, Philippines, Korea, Indonesia, dan Turkey.

 

 5 Forces analyse

(Ancaman Produk Pengganti)Difrensiasi Produk Substansial

Ketika produk dan pelayanan benar-benar berbeda,  customer cenderung akan mencari produk dan pelayanan yang akan memenuhi kebutuhan mereka. Ini positif untuk Watsons, kenapa? Karena di Watsons menyediakan seluruh perlengkapan mulai dari perlengkapan kecantikan, kesehatan, hingga snack & beverages dengan pelayanan yang sangat baik. Ada apoteker dan seorang ahli obat-obatan yang siap melayani kebutuhan anda.

 

(Ancaman Pendatang Baru)

Kebutuhan Modal yang Tinggi

Kebutuhan modal yang tinggi berarti bahwa para pendatang baru butuh mengeluarkan banyak uang untuk dapat bersaing dengan Watson. Ini positif untuk Watsons yang sudah mengusai pasar dan berpengalaman dari sejak tahun 80an.

 

Industri memerlukan Skala Ekonomi

Skala ekonomi membantu produser  untuk merendahkan biaya dengan memproduksi unit selanjutnya dengan biaya yang rendah. Ketikan pendatang baru memasuki pasar, mereka akan terbebani dengan biaya produksi yang lebih tinggi karena mereka memiliki skala ekonomi yang lebih kecil. Skala ekonomi berefek positif pada Watsons.

 

Customer loyal dengan brand yang sudah berpengalaman

Membutuhkan waktu dan uang yang banyak untuk dapat membangun sebuah brand. Ketika suatu perusahaan membutuhkan banyak tenaga dan sumber daya untuk membangun sebuah brand, mereka hanya membutuhkan sedikit untuk dapat berkompetisi di marketplace.

 

Banyaknya Penghalang yang Masuk

Ketika penghalang dan penghambat mencapai tingkat yang tinggi, itu akan membuat para pesaing baru untuk memasuki pasar. Tingginya tingkat penghalang yang masuk, mengakibatkan kan profit yang baik bagi Watsons.

 

(Intensitas persaingan yang ada) Industri Besar

Industri besar memungkinkan banyak perusahaan lain dapat menjalin kerjasama, dan meraih kesuksesan tanpa harus mencuri pangsa pasar satu sama lain. Industri yang besar positif untuk Watsons.

 

 (Kekuatan tawar menawar customer)  Banyaknya Jumlah Customer

Ketika terdapat jumlah customer yang banyak , tidak akan ada proses tawar menawar yang lancar dilakukan oleh customer. Karena harga yang menyeluruh dan serentak sama di seluruh gerai Watson membuat customer tidak bisa melakukan tawar menawar. Batasan untuk tawar menawar ini menguntungkan Watsons.

 

Sensitivas Rendahnya Harga Beli

Ketika customer  kurang sensitive terhadap harga , harga dapat naik secara tiba-tiba tetapi customer tetap juga membeli produk itu. Penawaran inelastic ini secara positif menguntungkan Watson.

 

(Kekuatan tawar menawar pemasok) Tingginya Kompetisi Pada Pemasok

Tingginya tingkat kompetisi oleh para pemasok dapat mengakibatkan penekanan harga bagi produser. ini diakibatkan karena banyak pemasok yang ingin menaruh produknya di Watson. Persaingan ini memaksa pemasok menekan harga agar dapat bersaing dengan produk lain. Ini positif untuk Watson.

 

3 Generic Strategies Porter

Cost Leadership

 Seperti yang kita tau dalam Cost Leadership mengandalkan strategi produksi dengan biaya yang rendah yang nantinya berujung dengan penjualan dengan harga yang rendah pula. Target pasar dari Watsons adalah semua kalangan masyarakat terutama customer dengan price sensitive, sehingga target penjualannya adalah khusus untuk orang-orang yang tidak terlalu memperdulikan kualitas produk atau merek melainkan dari harga. Sehingga harga yang ditetapkan dapat menjadi harga patokan. Jika suatu perusahaan sudah menguasai harga pasar maka tentunya ia akan mampu untuk memimpin harga di pasaran dan menentukan harga. Pada case ini Watsons menujukan target pembeli yang sensitive terhadap harga, sehingga pergeseran harga sedikit saja mampu mempengaruhi keputusan. Selain itu pada strategi ini Watsons dapat memanfaatkan skala ekonomi. Skala ekonomi membantu produser  untuk merendahkan biaya dengan memproduksi unit selanjutnya dengan biaya yang rendah. Ketikan pendatang baru memasuki pasar, mereka akan terbebani dengan biaya produksi yang lebih tinggi karena mereka memiliki skala ekonomi yang lebih kecil.

 

Focus

Selain Cost Leadership Watsons juga mengadopsi Strategi focus didalam proses bisnisnya, yang lebih memprioritaskan kepada “Services Customer”, strategi ini sangat berguna untuk perusahaan menengah keatas untuk meningkatkan penjualan perusahaan, biasanya perusahaan yang bergerak dengan strategi ini lebih berkonsentrasi pada suatu kelompok pasar tertentu, wilayah geografis, produk dan jasa tertentu, dan dengan kemampuan dari customer yang cukup berpotensi. Dan pada case ini Watsons menjual produk yang berfokus kepada health care dan beauty care yang ditujukan untuk customer tertentu yang berpotensi. Proses bisnis dari Watsons itu sendiri dilayani oleh beberapa pharmacist yang ahli di bidangnya yang dapat membantu dan meyakinkan customer untuk proses transaksi dari Watsons tersebut.

 

Differentiation

Pada strategi ini suatu perusahaan dituntut memiliki karakter atau keunikan yang dapat dibedakan dari pesaing atau pendatang baru. Diferensiasi salah satunya bisa dilihat dari fasilitas layanan yang ditawarkan dan feature-featur pelayanan tambahan. Seperti yang dapat kita lihat pada web resmi Watsons www.watsons.com.sg . Di sini watsons banyak memberikan penawaran-penawaran menarik apabila kita dapat misalkan menjadi member tetap, atau melakukan sejumlah transaksi tertentu. Itu mungkin biasa kita jumpai dalam bisnis. Melakukan yang diinginkan perusahaan, lalu kita mendapatkan reward. Tetapi ada lagi beberapa fasilitas-fasilitas menarik yang dapat kita nikmati contohnya berbagai  informasi tips kecantikan dan kesehatan yang dapat kita unduh, lalu ada ada juga informasi seputar penyakit umum dan sekaligus informasi cara pengobatannya, dan yang lebih menarik lagi tersedia juga kolom diskusi dengan para pharmacist. Sehingga kita bisa konsultasi lewat online. Jenis strategi seperti ini sebetulnya tidak terlalu gencar dilakukan oleh Watsons sebab, para pesaing utama mereka seperti century dan guardian pun merupakan para pesaing yang menggunakan strategi cost leadership. Perusahaan dengan strategi demikan tidak cocok menggunakan strategi differensiasi karena, target pasar mereka adalah para konsumen potensial yang tidak mengutamakan harga sebagai keputusan.

Gambar

Peran & Pentingnya Business Process Reengineering (BPR) Pada Suatu Perusaahan Restaurant

Dalam persaingan bisnis yang kini sudah semakin hari semakin ketat tentunya menuntut setiap perusahaan untuk terus meningkatkan penjualan hasil produknya agar mencapai profit yang ditargetkan. Meningkatkan penjualan harus didukung dengan meningkatkan atau menciptakan nilai lebih dari perusahaan tersebut. Dengan kata lain, suatu perusaahan wajib menciptakan image baik pribadi nya di hati para konsumennya.

 

Dalam pembangunan nilai ini, agar tidak kalah dari kompetitor, suatu perusahaan dituntut untuk agar terus selalu menciptakan inovasi-inovasi yang continue. Inovasi yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pelayanan yang baik, meminimalisasi biaya oprasional, mengolah sistem informasi, serta meningkatkan kualitas produk agar tidak kalah dari kompetitor.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu untuk mengerti bagaimana caranya menguasai pasar lewat nilai inovasi, pengolahan sistem informasi yang baik, dan menjaga hubungan dengan pelanggan.

 

Tidak hanya pada perusahann IT atau perusahaan  yang bergerak di bidang industri besar yang wajib mengaplikasikan BPR, Restoranpun juga harus demikian. Di era yang saat ini menuntut kerja cepat namun menuntut juga biaya ringan, BPR sangatlah menjadi peran utama yang cukup memberikan kontribusi yang tinggi pada perusahaan.

 

contohnya D’Cost restaurant. Seperti yang kita tahu D’Cost adalah salah satu restaurant yang kini menjadi salah satu restaurant terlaris di Indonesia. Bukan hanya karena memang masakannya yang lezat tapi D’cost pun mematok harga yang cukup murah untuk kalangan kelas menengah. Dengan demikian D’cost pun kini selalu dibanjiri oleh pengunjung, nyaris tidak pernah sepi setiap restoran d’cost. Coba anda bayangkan bagaimana jika restoran sehebat itu menggunakan cara manual untuk proses pencatatan order dan billing ? tentunya akan sangat lama dan susah bukan?

 

Disinilah BPR berperan. Management D’cost membuat suatu aplikasi yang di install di alat elektronik yang berguna untuk digunakan saat pencatatan order dan proses pembayaran. seluruh waiters di restoran d’cost dilengkapi dengan iPhone/PDA yang sudah dimuat dengan databse menu. Jadi ketika pelanggan memesan makanan/minuman, waiters tinggal mencatatnya di gadget tersebut dengan mudah, dan setelah pesanan selesai di catat, dengan hanya sekian detik pesanan itu langsung tercetak di 3 printer. Satu di dapur untuk langsung diproses pembuatan makanannya, satu di bar untuk langsung dibuat pesanan minumannya, dan satu lagi untuk diberikan kepada pelanggan sebagai bukti struk pemesanan. Dengan begini proses bisnis akan menjadi lebih mudah, cepat, efektif, dan efisien. Dan BPR model seperti ini tentunya cukup memotong biaya oprasional seperti kertas, karyawan, dan yang paling penting memudahkan waiters dalam melayani pelanggan, sehingga tidak kewalahan.dalam bekerja.

Gambar

PDA yang selalu dibawa oleh waiters d’cost restaurant

 

e-Procurement, e-Tailing,e-Catalog,e-Payment Dalam e-Business

hai readers :D, pada blog kali ini saya akan membahas berbagai aktivitas yang terdapat dalam e-bisnis yang fungsinya untuk menunjang bisnis online tersebut menjadi lebih meningkat.

e-Procurement adalah sistem pengadaan barang yang dilakukan oleh penjual terhadap supplier yang dipilihnya. pengadaan bahan baku tentunya akan menjadi lebih mudah apabila dilakukan secara online, apalagi apabila memesan dengan skala besar atau harus hingga lintas kota atau lintas negara. dari kegiatan mengecek barang yang habis, memesan barang, mengecek barang datang, semua dilakukan dengan elektronik, inilah yang disebut dengan e-Procurement.

e-Tailing adalah kegiatan untuk menjual barang kembali, Retail. Sistem penjualan secara eceran ke konsumen secara elektronik, yang lalu dilanjutkan dengan pembayaran. sistem pembayaran yang digunakan biasa disebut dengan e-Payment. contohnya seperti eBay, atau paypal, yang mengaplikasikan e-Payment pada pengaplikasiannya. 

ini semua terdapat pada e-Bisnis. dari mulai menyiapkan hingga pelayanan semua masuk ke dalam e-Business.

B2B, B2C, B2E, B2B2C

hai readers :D, pada blog kali ini saya akan membahas perkembangan e-Commerce lewat B2B dkk. era e-Commerce mulai mencuat sejak tahun 1998 dan puncaknya tahun 2006 hingga sekarang. awalnya e-Commerce hanyalah B2B, tapi seiring berjalannya waktu akhirnya B2B berkembang menjadi B2C, B2B2C, B2E. dibawah ini saya akan mengurainya satu per satu dan menjelaskannya.

B2B ( Bussines to Bussines )

B2B adalah transaksi secara elektronik antara entitas atau obyek bisnis yang satu ke obyek bisnis lainnya, dapat disimpulkan B2B adalah :

  • Disebut juga transaksi antar perusahaan
  • Transaksinya menggunakan EDI dan email untuk pembelian barang dan jasa, informasi & konsultasi
  • Digunakan untuk pengiriman dan permintaan proposal bisnis.

keterangan :

EDI – singkatan dari Electronic Data Interchange sebenarnya adalah sebuah metode pertukaran dokumen bisnis antar aplikasi komputer – antar perusahaan/instansi secara elektronis dengan menggunakan format standar yang telah disepakati.

B2C (Bussines to Consument )
adalah kegiatan E-businesses dalam pelayanan secara langsung kepada konsumen melalui barang atau jasa.

Dengan penjualan langsung di internet dan pemesanan dapat langsung dilakukan oleh konsumen karena biaya sudah tercantum. kelebihan dari B2c adalah sebagai berikut :

  • Disebut dengan transaksi pasar
  • Konsumen m’pelajari produk yang ditawarkan melalui publikasi
  • Membeli dengan electronic cash & sistem secure payment
  • Memintaagar barang dikirimkan

C2C ( Consumer to Consumer )

C2C adalah model e-commerce yang menjamur di Indonesia saat ini. Contoh dari C2C adalah iklan baris dan toko-toko buku online dadakan (dimiliki oleh individu yang umumnya memanfaatkan layanan blog gratis seperti blogspot).

C2C terjadi seorang individu melakukan penjualan produk/jasa langsung kepada individu lainnya.

B2B2C ( Bussines to Bussines & Bussines to Consument )

B2B2C adalah campuran dari keduanya, di mana terdapat perusahaan yang menyediakan produk/jasa mereka kepada klien/agen dan di lain sisi klien/agen tersebut juga mempunyai customer tempat mereka menjual produk/jasa tersebut.

B2E ( Bussines to Employee )

B2E adalah layanan yang disediakan sebuah perusahaan pada karyawannya untuk memudahkan urusan karyawan dengan perusahaan. Misalkan seorang karyawan yang ingin mengambil cuti, tidak perlu lagi menghadap bagian kepegawaian. Ia dapat mengakses situs resmi perusahaan dan mengajukan permohonan cuti tersebut. Atau seorang karyawan yang ingin mendapatkan tunjangan kesehatan karena dirawat di rumah sakit, cukup mengakses situs resmi perusahaan dan mengisi formulir secara online.